Motivator Indonesia, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terkenal Terbaik, Motivator Indonesia Asia

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal Terbaik

Sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang saya membahas soal gergaji. Dan tidak sedikit yang bertanya-tanya, "Maksudnya apa?"

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik

Begini. Ternyata salah satu kebiasaan efektif menurut Stephen Covey adalah ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw), termasuklah di dalamnya, introspeksi diri dan evaluasi diri. 

Sesibuk apapun kita menggergaji, tetap saja kita harus berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Yang seperti ini, agama menyebutnya muhasabah,yang artinya melakukan perhitungan. 

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-ESQ-Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik

Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Ini sering saya singgung dalam seminar motivasi dan training motivasi. Kenapa?

Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik-Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia

Orang-orang strategic management mana pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? Istilahnya, Introspection for Improvement. Apa pendapat Anda? 

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda

Ippho Santosa Adalah Motivator Indonesia Terbaik

Dalam seminar motivasi juga training motivasi, saya sering berseru, "Jadilah agent of change di negeri Anda. Setidaknya di kantor dan rumah Anda." Mereka menyebut ini sebagai seminar perubahan.

Ini bukanlah sesuatu yang muluk-muluk. Simak saja tulisan berikut.

Pulang dari Tanah Suci (setelah umrah atau haji) hendaknya menjadi momentum perubahan, bagi diri kita juga bagi sesama.

Ini terbukti:
-       Pangeran Diponegoro dan Imam Bonjol, ketika pulang dari Tanah Suci, langsung bergerak melawan penjajah.
-       Pendirian NU dan Muhammadiyah juga dilatarbelakangi hal yang sama, yakni sang founder yang pulang dari Tanah Suci.
-       Pendirian Sarekat Dagang Islam dan Sarekat Islam pun tidak jauh-jauh dari hal ini, yakni sang founder yang pulang dari Tanah Suci.
-       Lalu Belanda mencium gelagat serta bahaya ini, dan karena itulah sejak 1903 jamaah haji mereka tandai dengan gelar ‘haji’.

                                              Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda


Ibu saya bersama Bang Syafii Antonio


Diperkirakan pada 2016 nanti akan ada 1 juta jamaah umrah dan haji dari Indonesia. Ini sebuah angka yang WOW! Harusnya alumni umrah dan haji ini menjadi agent of change yang fenomenal lagi monumental bagi bangsa ini. Betul? Namun, seperti yang kita maklumi bersama, kayaknya itu belum terjadi dalam waktu dekat. Kenapa? Dan apa solusinya?

Banyak penyebabnya. Yang jelas, karena sebab-sebab itu akhirnya sebagian jamaah umrah dan haji belum menghayati hakikat ibadahnya. Tidak perlulah kita jauh-jauh membahas soal dampak. Bukan kebetulan, saya, Bang Syafii Antonio, Pak Imam Prasodjo, dan Pak Abdul Jamil (Dirjen Haji) diminta menjadi narasumber dalam diskusi terbatas terkait umrah dan haji, yang diadakan oleh BNI Syariah beberapa waktu yang lalu.

Salah satu solusi yang kami usulkan kepada direksi BNI Syariah ialah adanya camp 1 atau 2 hari untuk calon jamaah. Terus, adanya peningkatan mutu pada pembimbing ibadah. Dan yang tak kalah pentingnya, adanya kegiatan yang bermakna bagi para alumni, sepulang dari Tanah Suci. Before, during, and after. Insya Allah buahnya lebih hasanah.

                                            Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik
                                             Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal
                                              Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Bisnis-Indonesia
                                              







Diundang dan diskusi bersama Direksi BNI Syariah



Bagi teman-teman yang sudah pernah ke Tanah Suci, sudah semestinya memasang tekad agar menjadi agent of change bagi dirinya juga sesama. Bagi teman-teman yang belum berangkat, akan jauh lebih baik kalau memastikan nafkahnya bersih dan berkah, lebih menggali hikmah-hikmah di balik umrah dan haji, serta meluruskan niat selurus-lurusnya agar ibadahnya 100% diterima juga berdampak. Pada akhirnya, semoga Allah meridhai. Aamiin.

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses, kadang saya menyinggung soal bahagia. Ya, sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.
Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda-Motivator-Indonesia-Muslim
Motivator-Indonesia-Muslim-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda

Perlu dicatat, keberadaan agama bukan saja untuk mengatur, tapi juga untuk membahagiakan dan menyelamatkan. Sekali lagi, untuk membahagiakan dan menyelamatkan:
-       Penelitian University of Wisconsin (2012) menyimpulkan bahwa syukur dan keyakinan kepada Tuhan membuat orang lebih bahagia.
-       Jurnal Psychological Science (2012) memaparkan bahwa orang yang taat beragama memiliki percaya diri dan kondisi psikologi yang lebih baik. Penelitian melibatkan hampir 200.000 orang di 11 negara.
-       Penelitian University of Illinois dan Gallup Organization (2011) menunjukkan bahwa orang yang beragama lebih bahagia. Penelitian berlangsung di 150 negara.

-       Penelitian Legatum Prosperity Index menjabarkan bahwa orang yang taat beragama memiliki daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian diselenggarakan di 110 negara.  

Masihkah kita meragukan peran agama dalam kebahagiaan?



Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi untuk karyawan atau seminar motivasi kerja, saya sering menyinggung soal kerja adalah ibadah. Bukan sekadar mencari nafkah. Sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.


seminar-motivasi-untuk-karyawan-seminar-motivasi-kerja-esq

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses


Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya
-       Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
-       Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-untuk-karyawan

Maaf, kalau sekadar kerja, kera juga kerja. Kalau sekadar makan, babi hutan juga makan. Buya Hamka sudah mengingatkan ini dengan tegas dan keras sejak puluhan tahun yang silam. Yah, sudah sepantasnya manusia punya nilai tambah. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya. Bukan sekadar kerja. Silakan berfalsafah, “Kerja, kerja, kerja.” Namun iringi juga dengan, “Berkah, berkah, berkah.”     

Masihkah kita menganggap kerja itu sekadar mencari nafkah? 






Berita 'Seminar Motivasi' di Solo Pos.
Berita 'Seminar Motivasi' di Tribun Jogja.
Berita 'Seminar Motivasi di Tribun Pekanbaru.
Follow @ipphoright.

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Terbaik Murah

Di seminar motivasi kerja atau seminar motivasi diri, kadang saya mengajak semua peserta untuk mempelajari kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible)
Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terbaik-Murah
Niat, visi, persistensi, konsistensi, cinta, kesetiaan, kebahagiaan, keimanan, dan keikhlasan, adalah kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam dan tidak terlihat, namun sangat menentukan apa-apa yang kemudian terlihat. Betul apa betul?

Contoh saja, sewaktu Anda mengamati gedung perkantoran yang megah atau lobi kantor yang mewah, ingatlah itu semua berawal dari visi seseorang. Ini adalah sesuatu yang sifatnya dari dalam dan tak terlihat. 

Motivator-Indonesia-Terbaik-Murah-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Muda

Terus, apa dampaknya bagi kita? Yah, kalau kita ingin mengubahi dan membenahi sesuatu, yah mulailah dari dalam. Demikianlah, semua yang outer dan visible, berasal dari inner dan invisible di mana ini jauh lebih kuat.

Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terbaik-Murah-Motivator-Indonesia-Terkenal

Lantas, siapa orang yang dapat membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini? Tidak lain, orang itu adalah pasangan Anda dan mentor Anda. 

Sepengalaman saya, dua orang inilah yang benar-benar membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini. Pertanyaan saya, sudahkah Anda memilikinya?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Motivator Indonesia





Berita:
Seminar Motivasi di Solo.
Seminar Motivasi di Jogja.
Seminar Motivasi di NTT.
Seminar Motivasi di Pekanbaru.
Seminar Motivasi di Hong Kong.

Motivator Indonesia Muslim, Motivator Indonesia Islami, Motivator Indonesia Terkenal

Hanya sedikit orang yang menyukai hari Senin.
Terutama karyawan. Hehehe.

Maka, inilah seruan saya pagi ini:
“Ayo kerja! Jangan manja!”
“Ayo kerja keras! Jangan malas!”

Memang, ular dan burung saja dijamin rezekinya. Apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu semua bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras. ( Motivator Indonesia )

Kemarin di seminar ‘Rezeki Tak Disangka-Sangka’ saya bersama Nasrullah (pelopor property syariah), Shamsi Ali (imam dari New York), dan Peggy Melati (inspirator hijrah) berbagi ilmu serta pengalaman. Sayang sekali mereka yang tidak ikutan seminar ini. Di tengah acara, hadir juga Sandiaga Uno (orang terkaya urutan ke-47) dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar).

Motivator-Indonesia-Muslim-Motivator-Indonesia-Islami-Motivator-Indonesia-Terkenal


Kami bicara soal banyak hal, mulai dari positive energy, attitude ketika dipecat, attitude ketika krisis, merintis bisnis, sampai dakwah di 20-an negara. Satu poin yang kami sadari bersama, tak mudah mengelola bisnis dan mengelola orang. Sandiaga Uno kemudian berkisah tentang pengalamannya mengelola 50.000 karyawan di bisnisnya sendiri.

Saat pemerintah menyerukan, “Kerja, kerja, kerja,” saya tambahkan dengan seruan, “Positif, positif, positif.” Kenapa? Begini. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?

Dan masih banyak lagi tips-tips lain terkait rezeki yang tidak disangka-sangka. Kapan-kapan kita bahas. Shamsi Ali juga berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibukota dunia’ yakni New York. Itu juga rezeki yang tidak disangka-sangka.

Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal wajah damai Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.

Yakinlah, rezeki tak pernah bergerak linier alias lurus-lurus saja. Akan selalu ada pertolongan dan rezeki yang tidak disangka-sangka. Bagi siapa? Bagi mereka yang sudah pantas dan selalu memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Follow @ipphoright.



Untuk mengundang Ippho Santosa dalam seminar motivasi sukses, klik www.ippho.com