Motivator Indonesia, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terkenal Terbaik, Motivator Indonesia Asia

Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Diri Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Diri Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses, kadang saya menyinggung soal bahagia. Ya, sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.
Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda-Motivator-Indonesia-Muslim
Motivator-Indonesia-Muslim-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda

Perlu dicatat, keberadaan agama bukan saja untuk mengatur, tapi juga untuk membahagiakan dan menyelamatkan. Sekali lagi, untuk membahagiakan dan menyelamatkan:
-       Penelitian University of Wisconsin (2012) menyimpulkan bahwa syukur dan keyakinan kepada Tuhan membuat orang lebih bahagia.
-       Jurnal Psychological Science (2012) memaparkan bahwa orang yang taat beragama memiliki percaya diri dan kondisi psikologi yang lebih baik. Penelitian melibatkan hampir 200.000 orang di 11 negara.
-       Penelitian University of Illinois dan Gallup Organization (2011) menunjukkan bahwa orang yang beragama lebih bahagia. Penelitian berlangsung di 150 negara.

-       Penelitian Legatum Prosperity Index menjabarkan bahwa orang yang taat beragama memiliki daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian diselenggarakan di 110 negara.  

Masihkah kita meragukan peran agama dalam kebahagiaan?



Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi untuk karyawan atau seminar motivasi kerja, saya sering menyinggung soal kerja adalah ibadah. Bukan sekadar mencari nafkah. Sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.


seminar-motivasi-untuk-karyawan-seminar-motivasi-kerja-esq

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses


Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya
-       Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
-       Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-untuk-karyawan

Maaf, kalau sekadar kerja, kera juga kerja. Kalau sekadar makan, babi hutan juga makan. Buya Hamka sudah mengingatkan ini dengan tegas dan keras sejak puluhan tahun yang silam. Yah, sudah sepantasnya manusia punya nilai tambah. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya. Bukan sekadar kerja. Silakan berfalsafah, “Kerja, kerja, kerja.” Namun iringi juga dengan, “Berkah, berkah, berkah.”     

Masihkah kita menganggap kerja itu sekadar mencari nafkah? 






Berita 'Seminar Motivasi' di Solo Pos.
Berita 'Seminar Motivasi' di Tribun Jogja.
Berita 'Seminar Motivasi di Tribun Pekanbaru.
Follow @ipphoright.