Motivator Indonesia, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terkenal Terbaik, Motivator Indonesia Asia

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Islami, Motivator Indonesia Terkenal

Dalam seminar motivasi, saya sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang diminta bicara soal keluarga. Maka muncullah sederet pertanyaan.

Selama ini, kerja dan keluarga seolah-olah dua hal yang terpisah. Benarkah demikian? Lantas, gimana solusinya? Tetap bersemangat dalam kerja, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/KeluargaKerja
Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Islami-Motivator-Indonesia-Terkenal
Selanjutnya, jodoh itu nasib atau takdir? Bisakah diupayakan? Kalau bisa, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/istrimu

Sekiranya istri suka shopping, gimana menyikapinya? Benarkah shopping identik dengan keburukan? Simak » http://bit.ly/istribelanja

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Islami

Lalu, penafkahan itu tanggung-jawab siapa? Laki-laki apa perempuan? Bolehkah perempuan mencari nafkah? Benarkah susu formula itu baik? Mohon jangan tersinggung, simak baik-baik » http://bit.ly/LakiLaki

Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Islami-Motivator-Indonesia-Terkenal

Terakhir, soal orangtua. Kita sama-sama tahu bahwa berbakti itu mengundang rezeki. Kita pun sama-sama tahu bahwa berbakti itu menuai keberkahan. Namun, cukupkah bakti kita selama ini? Lantas, gimana baiknya? Simak » http://bit.ly/Berbakti

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muslim, Motivator Indonesia Islami

Di seminar motivasi, terutama in-house seminar, saya sering diminta untuk membahas soal visi dan target. Sebagai motivator Indonesia, permintaan itu saya iyakan.

Begini. Setiap profesional sejati mesti bisa 'meraba' kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible). Rupa-rupanya, ini malah lebih dahsyat. Misalnya, soal niat dan visi. Terus, apa lagi? Banyak. Simak saja » http://bit.ly/TakTerlihat

motivator-indonesia-motivator-bisnis-Motivator-Sukses-Motivator-Pendidikan

Terkait dengan itu, kadang seorang profesional perlu berhenti sejenak dari kesibukan. Buat apa? Meluruskan visi, meluruskan niat, memperbaiki diri, introspeksi diri, mengevaluasi kinerja, mengamati pesaing, mengamati ekonomi, dst. Nah, tulisan berikut rada berat, hanya buat leader dan calon leader. Simak » http://bit.ly/introspeksi

motivator-indonesia-motivator-wirausaha-Motivator-Sukses-Motivator-Pendidikan

Membahas visi tak dapat dilepaskan dengan keberuntungan. Dan ternyata keberuntungan itu punya pola tersendiri. Simak » http://bit.ly/SupayaBeruntung

Sekiranya Anda mau lebih berdaya dan lebih beruntung dalam mencapai target, simak ini » http://bit.ly/RaguRagu

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal

Sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang saya membahas soal gergaji. Dan tidak sedikit yang bertanya-tanya, "Maksudnya apa?"

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal

Begini. Ternyata salah satu kebiasaan efektif menurut Stephen Covey adalah ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw), termasuklah di dalamnya, introspeksi diri dan evaluasi diri. 

Sesibuk apapun kita menggergaji, tetap saja kita harus berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Yang seperti ini, agama menyebutnya muhasabah,yang artinya melakukan perhitungan. 

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal-ESQ

Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Ini sering saya singgung dalam seminar motivasi dan training motivasi. Kenapa?

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia

Orang-orang strategic management mana pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? Istilahnya, Introspection for Improvement. Apa pendapat Anda? 

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal Terbaik

Sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang saya membahas soal gergaji. Dan tidak sedikit yang bertanya-tanya, "Maksudnya apa?"

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik

Begini. Ternyata salah satu kebiasaan efektif menurut Stephen Covey adalah ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw), termasuklah di dalamnya, introspeksi diri dan evaluasi diri. 

Sesibuk apapun kita menggergaji, tetap saja kita harus berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Yang seperti ini, agama menyebutnya muhasabah,yang artinya melakukan perhitungan. 

Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia-ESQ-Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik

Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Ini sering saya singgung dalam seminar motivasi dan training motivasi. Kenapa?

Motivator-Indonesia-Terkenal-Terbaik-Motivator-Indonesia-Asia-Motivator-Indonesia

Orang-orang strategic management mana pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? Istilahnya, Introspection for Improvement. Apa pendapat Anda? 

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda

Ippho Santosa Adalah Motivator Indonesia Terbaik

Dalam seminar motivasi juga training motivasi, saya sering berseru, "Jadilah agent of change di negeri Anda. Setidaknya di kantor dan rumah Anda." Mereka menyebut ini sebagai seminar perubahan.

Ini bukanlah sesuatu yang muluk-muluk. Simak saja tulisan berikut.

Pulang dari Tanah Suci (setelah umrah atau haji) hendaknya menjadi momentum perubahan, bagi diri kita juga bagi sesama.

Ini terbukti:
-       Pangeran Diponegoro dan Imam Bonjol, ketika pulang dari Tanah Suci, langsung bergerak melawan penjajah.
-       Pendirian NU dan Muhammadiyah juga dilatarbelakangi hal yang sama, yakni sang founder yang pulang dari Tanah Suci.
-       Pendirian Sarekat Dagang Islam dan Sarekat Islam pun tidak jauh-jauh dari hal ini, yakni sang founder yang pulang dari Tanah Suci.
-       Lalu Belanda mencium gelagat serta bahaya ini, dan karena itulah sejak 1903 jamaah haji mereka tandai dengan gelar ‘haji’.

                                              Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda


Ibu saya bersama Bang Syafii Antonio


Diperkirakan pada 2016 nanti akan ada 1 juta jamaah umrah dan haji dari Indonesia. Ini sebuah angka yang WOW! Harusnya alumni umrah dan haji ini menjadi agent of change yang fenomenal lagi monumental bagi bangsa ini. Betul? Namun, seperti yang kita maklumi bersama, kayaknya itu belum terjadi dalam waktu dekat. Kenapa? Dan apa solusinya?

Banyak penyebabnya. Yang jelas, karena sebab-sebab itu akhirnya sebagian jamaah umrah dan haji belum menghayati hakikat ibadahnya. Tidak perlulah kita jauh-jauh membahas soal dampak. Bukan kebetulan, saya, Bang Syafii Antonio, Pak Imam Prasodjo, dan Pak Abdul Jamil (Dirjen Haji) diminta menjadi narasumber dalam diskusi terbatas terkait umrah dan haji, yang diadakan oleh BNI Syariah beberapa waktu yang lalu.

Salah satu solusi yang kami usulkan kepada direksi BNI Syariah ialah adanya camp 1 atau 2 hari untuk calon jamaah. Terus, adanya peningkatan mutu pada pembimbing ibadah. Dan yang tak kalah pentingnya, adanya kegiatan yang bermakna bagi para alumni, sepulang dari Tanah Suci. Before, during, and after. Insya Allah buahnya lebih hasanah.

                                            Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik
                                             Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal
                                              Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Bisnis-Indonesia
                                              







Diundang dan diskusi bersama Direksi BNI Syariah



Bagi teman-teman yang sudah pernah ke Tanah Suci, sudah semestinya memasang tekad agar menjadi agent of change bagi dirinya juga sesama. Bagi teman-teman yang belum berangkat, akan jauh lebih baik kalau memastikan nafkahnya bersih dan berkah, lebih menggali hikmah-hikmah di balik umrah dan haji, serta meluruskan niat selurus-lurusnya agar ibadahnya 100% diterima juga berdampak. Pada akhirnya, semoga Allah meridhai. Aamiin.

Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Termuda, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi diri atau seminar motivasi sukses, kadang saya menyinggung soal bahagia. Ya, sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.
Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda-Motivator-Indonesia-Muslim
Motivator-Indonesia-Muslim-Motivator-Indonesia-Muda-Motivator-Indonesia-Termuda

Perlu dicatat, keberadaan agama bukan saja untuk mengatur, tapi juga untuk membahagiakan dan menyelamatkan. Sekali lagi, untuk membahagiakan dan menyelamatkan:
-       Penelitian University of Wisconsin (2012) menyimpulkan bahwa syukur dan keyakinan kepada Tuhan membuat orang lebih bahagia.
-       Jurnal Psychological Science (2012) memaparkan bahwa orang yang taat beragama memiliki percaya diri dan kondisi psikologi yang lebih baik. Penelitian melibatkan hampir 200.000 orang di 11 negara.
-       Penelitian University of Illinois dan Gallup Organization (2011) menunjukkan bahwa orang yang beragama lebih bahagia. Penelitian berlangsung di 150 negara.

-       Penelitian Legatum Prosperity Index menjabarkan bahwa orang yang taat beragama memiliki daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian diselenggarakan di 110 negara.  

Masihkah kita meragukan peran agama dalam kebahagiaan?



Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Muslim

Dalam seminar motivasi untuk karyawan atau seminar motivasi kerja, saya sering menyinggung soal kerja adalah ibadah. Bukan sekadar mencari nafkah. Sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.


seminar-motivasi-untuk-karyawan-seminar-motivasi-kerja-esq

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses


Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya
-       Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
-       Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-untuk-karyawan

Maaf, kalau sekadar kerja, kera juga kerja. Kalau sekadar makan, babi hutan juga makan. Buya Hamka sudah mengingatkan ini dengan tegas dan keras sejak puluhan tahun yang silam. Yah, sudah sepantasnya manusia punya nilai tambah. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya. Bukan sekadar kerja. Silakan berfalsafah, “Kerja, kerja, kerja.” Namun iringi juga dengan, “Berkah, berkah, berkah.”     

Masihkah kita menganggap kerja itu sekadar mencari nafkah? 






Berita 'Seminar Motivasi' di Solo Pos.
Berita 'Seminar Motivasi' di Tribun Jogja.
Berita 'Seminar Motivasi di Tribun Pekanbaru.
Follow @ipphoright.